Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memperingatkan potensi gelombang laut setinggi hingga empat meter di perairan selatan Bali pada 27–30 Oktober 2026. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian selatan.
Prakirawan BBMKG Wilayah III, Luh Eka Arisanti, di Denpasar, Senin (26/10), menjelaskan potensi gelombang tinggi tersebut dipengaruhi oleh pola angin yang berkembang di wilayah perairan Bali dan sekitarnya.
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, angin permukaan di perairan utara Bali diprakirakan bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan mencapai 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam. Sementara itu, angin di perairan selatan Bali juga bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan diprakirakan mencapai 20 knot.
Selain perairan selatan Bali dan Selat Lombok bagian selatan, gelombang setinggi hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, serta Selat Lombok bagian utara.
Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim sebelum beraktivitas. Potensi gelombang tinggi perlu menjadi perhatian, terutama bagi kapal kecil dan pengguna jasa penyeberangan yang beroperasi di wilayah perairan terdampak.



















