
Gubernur Bali Wayan Koster mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang terjadi dalam tiga hari terakhir di sejumlah wilayah Bali. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif guna meminimalisasi potensi risiko keselamatan, khususnya bagi warga yang beraktivitas di luar rumah atau harus melakukan perjalanan melintasi daerah rawan bencana. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah titik, sehingga berpotensi memicu genangan hingga banjir di kawasan permukiman maupun ruas jalan utama.
Dalam keterangannya di Denpasar pada Selasa (24/2), Koster mengingatkan masyarakat untuk menghindari perjalanan jarak jauh apabila tidak bersifat mendesak. Ia secara khusus menekankan agar warga tidak melintasi jalur atau wilayah yang diketahui rawan banjir, terutama selama kondisi cuaca masih belum menunjukkan perbaikan signifikan. Langkah antisipatif ini dinilai penting untuk mengurangi potensi risiko kecelakaan maupun terjebak dalam situasi darurat akibat genangan air yang dapat muncul secara tiba-tiba di sejumlah titik rawan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kondisi banjir yang terjadi saat ini tengah ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dilaporkan telah berlangsung secara terus-menerus sejak Sabtu (19/2), mulai dari pagi hingga malam hari dan berlanjut hingga keesokan paginya. Pola cuaca tersebut menyebabkan akumulasi air di sejumlah wilayah meningkat secara signifikan, sehingga memicu terjadinya banjir di beberapa kawasan yang memiliki sistem drainase terbatas.
Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi Bali memastikan bahwa situasi bencana akibat cuaca ekstrem masih dalam kategori terkendali dan dapat ditangani oleh instansi terkait. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan untuk mendirikan posko bencana maupun melakukan evakuasi dalam skala besar terhadap warga terdampak. Upaya penanganan difokuskan pada respons cepat di titik-titik genangan serta pemantauan terhadap potensi dampak lanjutan yang dapat muncul apabila curah hujan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi susulan. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi serta mematuhi imbauan yang disampaikan oleh otoritas setempat. Dengan langkah kewaspadaan yang tepat, diharapkan risiko dampak cuaca ekstrem terhadap keselamatan warga maupun aktivitas publik dapat diminimalisasi secara efektif.

















